Persepsi Komunikasi Stakeholder dalam Pengembangan Pariwisata Budaya Berbasis Multikultural di Pulau Lombok
Abstract
Pengembangan pariwisata budaya berbasis multikultural di Pulau Lombok menghadirkan ancaman komodifikasi budaya dan marginalisasi masyarakat lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi pemangku kepentingan terhadap pengembangan pariwisata budaya multikultural di Lombok, mencakup empat dimensi utama: pelestarian warisan budaya, dampak ekonomi, dampak sosial budaya, dan permintaan pasar. Dengan pendekatan studi kasus kualitatif, penelitian ini melibatkan 48 informan yang terdiri dari masyarakat, pemerintah, akademisi, media, budayawan, dan wisatawan di tiga destinasi, yaitu Pura Lingsar, Makam Medana, dan Makam Batu Dendeng. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan seluruh pemangku kepentingan memiliki persepsi positif, mengakui multikulturalisme sebagai aset fundamental yang memperkuat kohesi sosial dan identitas budaya. Dampak ekonomi dirasakan signifikan namun masih bersifat musiman melalui sektor perdagangan, jasa parkir, dan pemanduan wisata. Dari sisi sosial budaya, tradisi persembahyangan dan ziarah bersama berfungsi sebagai medium komunikasi antarbudaya yang memperkuat toleransi dan kerukunan. komodifikasi budaya yang dikomunikasikan secara partisipatif dapat menjembatani revitalisasi tradisi dan penguatan agensi masyarakat lokal dalam menegosiasikan otentisitas. Penelitian ini merekomendasikan penguatan partisipasi masyarakat, pengembangan model komunikasi pemasaran adaptif, serta kebijakan destinasi yang menghormati keragaman budaya demi pariwisata yang berkelanjutan dan inklusif di Indonesia.
Kata kunci: pariwisata budaya, persepsi stakeholder, multikulturalisme, komunikasi pariwisata, komodifikasi budaya, Lombok
References
Choirunnisa, I. C., & Karmilah, M. (2022). STRATEGI PENGEMBANGAN PARIWISATA BUDAYA. Jurnal Kajian Ruang, 2(1), 89. https://doi.org/10.30659/jkr.v2i1.20446
Cresswell, J. (2009). Towards a post-critical praxis: Intentional states and recommendations for change in acculturation psychology. International Journal of Intercultural Relations, 33(2), 162–172. https://doi.org/10.1016/j.ijintrel.2008.12.005
Davila, A. (2024). Stakeholder theory. In A Guide to Key Theories for Human Resource Management Research (hal. 294–300). Edward Elgar Publishing. https://doi.org/10.4337/9781035308767.ch38
Fallon, F. (2001). Conflict, Power and Tourism on Lombok. Current Issues in Tourism, 4(6), 481–502. https://doi.org/10.1080/13683500108667899
Husain, M. N., Khoiriyah, Jumintono, Wasan, A., Wiryanto, W., & Ponkratov, V. V. (2024). Investigating The Role of Culture and Tourism in The Economic and Social Development of Developing Countries and Its Impact on Global Growth. EVOLUTIONARY STUDIES IN IMAGINATIVE CULTURE, 418–427. https://doi.org/10.70082/esic/8.1.34
Juniartha, M. G. (2020). Praktik Spiritual Sebagai Komoditi Sosial Dalam Era Globalisasi. Widya Genitri : Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama dan Kebudayaan Hindu, 11(1). https://doi.org/10.36417/widyagenitri.v11i1.346
Kausar, D. R., & Nishikawa, Y. (2010). Heritage Tourism in Rural Areas: Challenges for Improving Socio-economic Impacts. Asia Pacific Journal of Tourism Research, 15(2), 195–213. https://doi.org/10.1080/10941661003629995
Kurniati, P. S., & Suryanto, S. (2023). Tourism development policy based on digital economy in Lombok national tourism destination. Journal of Eastern European and Central Asian Research (JEECAR), 10(1), 85–92. https://doi.org/10.15549/jeecar.v10i1.1074
Lei, W. S. (Clara), Suntikul, W., & Chen, Z. (2023). Tourism development induced social change. Annals of Tourism Research Empirical Insights, 4(1). https://doi.org/10.1016/j.annale.2023.100088
Limarandani, N. P., Sulitya, I., & Mutiah, T. (2025). Strategi Komunikasi Branding Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika dalam Membangun Citra Destinasi Investasi Pariwisata dan Infrastruktur. Warta ISKI, 8(2), 385–401. https://doi.org/10.25008/wartaiski.v8i2.456
McCamley, C., & Gilmore, A. (2018). Strategic marketing planning for heritage tourism: a conceptual model and empirical findings from two emerging heritage regions. Journal of Strategic Marketing, 26(2), 156–173. https://doi.org/10.1080/0965254X.2016.1195859
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (3 ed.). Sage Publications, Inc.
Ruhanen, L., & Whitford, M. (2019). Cultural heritage and Indigenous tourism. Journal of Heritage Tourism, 14(3), 179–191. https://doi.org/10.1080/1743873X.2019.1581788
Sayuti, R. H. (2023). Community Readiness in Implementing Sustainable Tourism on Small Islands: Evidence from Lombok, Indonesia. Sustainability, 15(12), 9725. https://doi.org/10.3390/su15129725
Schellhorn, M. (2010). Development for whom? Social justice and the business of ecotourism. https://doi.org/10.1080/09669580903367229
Septiawan, W. (2022). Badan Pusat Statistik Provinsi Nusa Tenggara Barat. 5200.2101.
Smith, M., Macleod, N., & Robertson, M. (2010). Key Concepts in Tourist Studies. https://doi.org/10.4135/9781446251027
Sudiartawan, I. W., & Sutama, I. W. (2022). Komunikasi Budaya Dalam Tradisi Ngelowong Masyarakat Sasak Wetu Telu Di Lombok. Samvada : Jurnal Riset Komunikasi, Media, dan Public Relation, 1(2), 75–86. https://doi.org/10.53977/jsv.v1i2.762
Sutama, I. W. (2021). Studi Komparatif Makna Dan Fungsi Perang Topat Di Lingsar Lombok Barat-Ntb Dan Di Desa Kapal Badung-Bali. Prosiding Seminar Nasional, Rekonstruksi nilai-nilai Kearifan Peradaban Hindu Nusantara.
Sutama, I. W., Pawito, P., Hastjarjo, S., & Demartoto, A. (2025). Adat tapsila representation of the transformation of communication, information, and education of local wisdom wetu telu in efforts for environmental conservation in North Lombok, Indonesia. E3S Web of Conferences, 605, 03018. https://doi.org/10.1051/e3sconf/202560503018
Trisnawati, I. A., Ardika, I. G. L. O., & Kariasa, I. N. (2015). Identifikasi Kesenian Etnis Sasak, Etnis Bali Dan Seni Akulturasi Di Kota Mataram. Segara Widya, 3(0).
Wardana, A. A., Koeswahyono, I., Permadi, I., & Prasetyo, N. D. (2025). Legal Contradictions in Land Acquisition for Community-Based Tourism Villages in Indonesia. E-Journal of Tourism, 238–255. https://doi.org/10.24922/eot.v12i2.2056
Yang, H., Li, C., Zhu, W., & Shi, M. (2016). Applying semantic web and big data techniques to construct a balance model referring to stakeholders of tourism intangible cultural heritage. International Journal of Computer Applications in Technology, 54(3), 192. https://doi.org/10.1504/IJCAT.2016.10000522
Yin, R. K. (2018). Case Study Research and Applications: Design and Methods. In Sixth Edition (6 ed.). Sage Publications, Ltd.
Zitri, I., Kurniawan, C., Joni, M., & Harakan, A. (2025). Sustainable Tourism Development in the Mandalika Special Economic Zone: A Comprehensive Analysis of Social, Economic, and Environmental Impacts. Journal Public Policy, 11(4), 489. https://doi.org/10.35308/jpp.v11i4.11606

1.png)
.png)





