Framing Pemberitaan Abrasi Pantai Loang Baloq pada Media Online Dalam Perspektif Ekoteologi dan Nilai Pendidikan Agama Hindu

  • I Gusti Ayu Pradnya Premasita Saraswati NTBSatu.com
  • Rieka Yulita Widaswara Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar
  • Ni Wayan Wida Sasmining Prastiwi Institut Agama Hindu Negeri Gde Pudja Mataram
  • Ni Putu Reni Permitasari Institut Agama Hindu Negeri Gde Pudja Mataram
Keywords: Framing media; Abrasi pantai; Ekoteologi; Tri Hita Karana; Pendidikan Agama Hindu

Abstract

Abrasi Pantai Loang Baloq di Kota Mataram tidak hanya menimbulkan kerusakan lingkungan pesisir, tetapi juga berdampak terhadap ruang sakral yang digunakan umat Hindu dalam pelaksanaan ritual keagamaan. Peristiwa tersebut memperoleh perhatian media online dengan penekanan pemberitaan yang berbeda sehingga membentuk konstruksi makna yang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis framing pemberitaan abrasi Pantai Loang Baloq pada media online serta memaknai konstruksi tersebut dalam perspektif ekoteologi dan nilai Pendidikan Agama Hindu. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis framing Robert N. Entman yang meliputi define problems, diagnose causes, moral evaluation, dan treatment recommendation. Data penelitian berupa tiga berita dari SUARANTB.com, ANTARANewsMataram, dan NTBSatu.com yang dipilih secara purposive berdasarkan kesesuaian dengan fokus penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap media membangun framing yang berbeda terhadap peristiwa abrasi. SUARANTB.com memosisikan abrasi sebagai persoalan kerusakan pesisir yang memerlukan penanganan melalui pembangunan infrastruktur. ANTARANewsMataram membingkai abrasi sebagai dampak cuaca ekstrem yang memerlukan langkah mitigasi untuk melindungi kawasan pesisir. Sementara itu, NTBSatu.com mengonstruksi abrasi sebagai ancaman terhadap ruang sakral umat Hindu karena mengganggu akses pelaksanaan ritual keagamaan. Dalam perspektif ekoteologi, framing tersebut menunjukkan bahwa kerusakan lingkungan tidak hanya dipahami sebagai persoalan ekologis, tetapi juga memiliki dimensi spiritual dan sosial. Nilai-nilai Pendidikan Agama Hindu yang tercermin dalam pemberitaan dapat dimaknai melalui konsep Tri Hita Karana yang menekankan keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam. Penelitian ini menegaskan bahwa media memiliki peran dalam membentuk pemahaman publik mengenai keterkaitan antara pelestarian lingkungan dan keberlangsungan kehidupan keagamaan.

References

Entman, R. M. (1993). Framing: Toward Clarification of a Fractured Paradigm. Journal of Communication, 43(4), 51–58. https://doi.org/10.1111/j.1460-2466.1993.tb01304.x
Eriyanto. (2012). Analisis Framing Konstruksi, Ideologi dan Politik Media (II). LKiS Group.
Heriyanti, K. (2024). Implementasi Konsep Pawongan Dalam Membangun Kerukunan Umat Beragama Di Kabupaten Buleleng. Widya Sandhi Jurnal Kajian Agama Sosial dan Budaya, 15(2), 109–122.
Jaya, I. K. M. A., Sanjaya, D. B., & Lasmawan, I. W. (2026). Implementasi Konsep Tri Hita Karana Dalam Pendidikan Multikultural Pada PembelajaranIPS SD. Padma Sari: Jurnal Ilmu Pendidikan, 05(02), 132–142. https://doi.org/10.53977/ps.v5i02.3408
Juliani, K., Suciani, N. N., Putu, D., Andini, A., & Widaswara, R. Y. (2024). Tri Hita Karana Sebagai Landasan Filsafat Komunikasi Dalam Pengembangan Desa Wisata: Perspektif Teori Interaksi Simbolik. Samvada : Jurnal Riset Komunikasi, Media, dan Public Relation, 3(2), 14–24.
Musatawan, M. D. (2020). Implementasi Ajaran Tri Hita Karana Dalam Pendidikan Agama Hindu Siswa Sdn Petungsewu Dusun Codo Desa Petungsewu Kecamatan Wagir Kabupaten Malang. Jurnal Widya Aksara, 25(2), 198–207.
Muthaqin, F., M.Syam, H., & Wahyuni, P. (2021). Ideologi Media dan Framing Pada Pemberitaan Perusakan Rumah Ibadah di Kompas dan Republika. Jurnal Peurawi: Media Kajian Komunikasi Islam, 4(2), 63–82. https://doi.org/https://doi.org/10.22373/jp.v4i2.10821
Oktaviani, N. M. A. D. (2025). Revitalisasi Nilai Tattwa Dan Etika Hindu Dalam Pendidikan Karakter Siswa Di Era Digital. Padma Sari: Jurnal Ilmu Pendidikan, 04(02), 149–159. https://doi.org/10.53977/ps.v4i02.2507
Rahayu, S. K., Taman, Y., & Gandhi, M. (2026). Ekoteologi Hindu dan Perilaku Ekologis Masyarakat Modern : Analisis Kesenjangan antara Nilai Tri Hita Karana dan Praktik Lingkungan. Widya Katambung:Jurnal Fisalfat Agama Hindu Vol.17, 17(1), 18–28.
Ridwanuddin, P. (2017). Ekoteologi Dalam Pemikiran Badiuzzaman Said Nursi. LENTERA: Jurnal Ilmu Dakwah dan Komunikasi, 1(1), 39–61.
Rudiarta, I. W., Suastra, I. W., Wikrama, A., Atmaja, T., & Nyoman, I. (2026). Kontribusi Nilai-Nilai Hindu Terhadap Pengembangan Social-Emotional Well-Being Siswa. Padma Sari: Jurnal Ilmu Pendidikan, 05(02), 143–157. https://doi.org/10.53977/ps.v5i02.3885
S, B. D. S., & Hasaniyah, N. (2025). Panca Maha Bhuta : Kepercayaan Tradisi Pemakaman Ngaben Hindu Bali. MIJ Maliki Interdisciplinary Journal, 3(2), 579–585.
Sudiartawan, I. W., & Sutama, I. W. (2022). Komunikasi budaya dalam tradisi ngelowong masyarakat sasak wetu telu di lombok. Samvada : Jurnal Riset Komunikasi, Media, dan Public Relation, 1(2), 75–86.
Tamaulina. (2024). Metodologi Penelitian Sosial: Teori dan Praktik. In Saba Jaya Publisher (1 ed.).
Tiar, P., & Susan, V. (2026). Urgensi Pelestarian Hutan Mangrove sebagai Mitigasi Abrasi di Wilayah Pesisir Lombok. JOCDEM Journal of Community Development and Empowerment, 2(2), 54–58.
Udin, Mau, M., & Akbar, Mu. (2025). Analisis Framing Isu Lingkungan Pada Pemberitaan Media Lokal RAKYATMALUKU.com. KOMASKAM Jurnal Komunikasi, Masyarakat dan Keamanan, 7(2), 142–160.
Widyastini, T., & Dharmawan, H. (2013). Efektivitas Awig-Awig Dalam Pengaturan Kehidupan Masyarakat Nelayan Di Pantai Kedonganan Bali. Sodality : Jurnal Sosiologi Pedesaan, 01(01), 37–51.
Witari, M. R., Saidi, A. W., & Sariasih, K. (2021). Dampak Abrasi Terhadap Lingkungan Dan Sosial Budaya Di Wilayah Pesisir Pantai Pabean, Gianyar. Jurnal Teknik Gradien, 13(01), 27–35.
Published
2026-08-04