Problematika Konstitusional Penunjukan Penjabat (Pj) Kepala Daerah TNI/Polri: Antara Diskresi Eksekutif, Netralitas, dan Asas Demokrasi Lokal

  • Anies Prima Dewi Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Mataram, Indonesia
  • Ni Wayan Sri Diani Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Gde Pudja Mataram
  • Aminullah Aminullah Universitas Mandalika Mataram
Keywords: Local Democracy; Executive Discretion; Acting Regional Head; TNI/Polri Neutrality

Abstract

The transitional policy towards the 2024 National Simultaneous Regional Elections (Pilkada) has resulted in a massive vacuum of definitive regional head positions, which are subsequently filled by Acting Regional Heads (Penjabat Kepala Daerah). A constitutional problematic arises when the central government appoints active military (TNI) and police (Polri) officers as Acting Regional Heads. This study aims to examine the legal validity of appointing active TNI/Polri officers as Acting Regional Heads from the perspectives of civilian supremacy, institutional neutrality, and the principle of local democracy. This study utilizes a normative legal research method with a statute approach and a conceptual approach. The results demonstrate that, first, the appointment of active TNI/Polri officers as Acting Regional Heads constitutes an abuse of executive discretion (detournement de pouvoir) that violates the imperative norms of Article 47 paragraph (1) of Law Number 34 of 2004 concerning the TNI and Article 28 paragraph (3) of Law Number 2 of 2002 concerning the Polri. Second, such top-down policy severely degrades the principle of local democracy mandated by Article 18 paragraph (4) of the 1945 Constitution, distorts constitutional accountability, and disobeys the mandate of the Constitutional Court Decision Number 15/PUU-XX/2022, which requires a transparent and democratic mechanism. This research recommends the immediate enactment of a specific Government Regulation (PP) regarding the appointment procedures for Acting Regional Heads, which strictly prohibits the involvement of active military/police apparatus to preserve the purity of local democracy and the neutrality of state apparatus.

References

Asshiddiqie, Jimly. (2014). Konstitusi dan Konstitusionalisme Indonesia. Jakarta: Sinar Grafika.
Astawa, I Gde Pantja, & Na'a, Suprin. (2008). Dinamika Hukum Tata Negara Indonesia. Bandung: Alumni.
Atmadja, I Dewa Gede. (2018). Ilmu Negara: Sejarah, Konsep, dan Kajian Kenegaraan. Malang: Setara Press.
Basah, Sjachran. (1992). Perlindungan Hukum terhadap Sikap Tindak Administrasi Negara. Bandung: Alumni.
Budiardjo, Miriam. (2008). Dasar-Dasar Ilmu Politik (Edisi Revisi). Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Diantha, I Made Pasek. (2016). Metodologi Penelitian Hukum Normatif dalam Justifikasi Teori Hukum. Jakarta: Kencana.
Effendi, Sofian. (2014). Reformasi Tata Kelola Pemerintahan. Jakarta: Penerbit Buku Kompas.
Fajar, Mukti, & Achmad, Yulianto. (2010). Dualisme Penelitian Hukum Normatif dan Empiris. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Fatmawati. (2020). Hukum Tata Negara Darurat di Indonesia. Jakarta: Rajawali Pers.
Fibrianti, Nurul. (2022). "Problematika Kekosongan Hukum Penjabat Kepala Daerah di Era Transisi Pilkada Serentak." Jurnal Hukum Ketatanegaraan, 9(2), 101-118.
Gaffar, Janedjri M. (2012). Demokrasi Konstitusional: Praktik Ketatanegaraan Indonesia Setelah Perubahan UUD 1945. Jakarta: Konstitusi Press.
Gaffar, Affan. (2006). Politik Indonesia: Transisi Menuju Demokrasi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Hadjon, Philipus M. (2011). Pengantar Hukum Administrasi Indonesia (Introduction to the Indonesian Administrative Law). Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Hadiz, Vedi R. (2010). Localising Power in Post-Authoritarian Indonesia: A Southeast Asia Perspective. Stanford: Stanford University Press.
Haris, Syamsuddin. (2014). Pilkada Langsung, Dinamika, dan Tantangan Demokrasi Lokal. Jakarta: LIPI Press.
Hoessein, Bhenyamin. (2011). Perubahan Model, Pola, dan Bentuk Pemerintahan Daerah: Dari Era Orde Baru ke Era Reformasi. Jakarta: Departemen Ilmu Administrasi FISIP UI Press.
Huda, Ni'matul. (2018). Hukum Tata Negara Indonesia (Edisi Revisi). Jakarta: Rajawali Pers.
Ibrahim, Johnny. (2006). Teori dan Metodologi Penelitian Hukum Normatif. Malang: Bayumedia Publishing.
Indrayana, Denny. (2007). Amandemen UUD 1945: Antara Mitos dan Pembongkaran. Jakarta: Mizan.
Indrati, Maria Farida. (2007). Ilmu Perundang-undangan: Jenis, Fungsi, dan Materi Muatan. Yogyakarta: Kanisius.
Isra, Saldi., & Teguh, Hary. (2021). Pemilu dan Ketatanegaraan: Desain Transisi Demokrasi Lokal. Padang: Rajagrafindo.
Kaho, Josef R. (2012). Prospek Otonomi Daerah di Negara Republik Indonesia. Jakarta: Rajawali Pers.
Kurniawan, Teguh. (2019). Manajemen Pelayanan Publik dan Tata Kelola Pemerintahan. Depok: Rajawali Pers.
Lotulung, Paulus Effendi. (2013). Hukum Tata Usaha Negara dan Kekuasaan. Jakarta: Salemba Humanika.
MD, Moh. Mahfud. (2010). Membangun Politik Hukum, Menegakkan Konstitusi. Jakarta: Rajawali Pers.
Mahfud MD, Moh. (2011). Perdebatan Hukum Tata Negara Pasca Amandemen Konstitusi. Jakarta: Rajawali Pers.
Manan, Bagir. (2005). DPR, DPD, dan MPR dalam UUD 1945 Baru. Yogyakarta: FH UII Press.
Marzuki, Peter Mahmud. (2017). Penelitian Hukum (Edisi Revisi). Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Marbun, S.F. (2011). Peradilan Tata Usaha Negara. Yogyakarta: Liberty.
Mietzner, Marcus. (2009). Military Politics, Islam, and the State in Indonesia: From Asymmetrical Dependence to Exclusive Accommodation. Singapore: Institute of Southeast Asian Studies (ISEAS).
Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. (2022). Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 15/PUU-XX/2022 Perihal Pengujian Materiil Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota. Jakarta.
Muhaimin. (2020). Metode Penelitian Hukum. Mataram: Mataram University Press.
Mochtar, Zainal Arifin. (2016). Lembaga Negara Independen: Dinamika Perkembangan dan Urgensi Penataannya Kembali Pasca-Amandemen Konstitusi. Jakarta: Rajawali Pers.
Nurcholis, Hanif. (2007). Teori dan Praktik Pemerintahan dan Otonomi Daerah. Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia (Grasindo).
Qamar, Nurul, et al. (2017). Metode Penelitian Hukum (Doktrinal dan Non-Doktrinal). Makassar: CV. Social Politic Genius (SIGn).
Prasetyo, Teguh. (2021). Hukum Tata Negara dan Politik Hukum. Jakarta: Nusa Media.
Ridwan, HR. (2018). Hukum Administrasi Negara. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
Rinakit, Sukardi. (2005). The Indonesian Military After the New Order. Singapore: NIAS Press.
Safa’at, Muchamad Ali. (2022). "Anomali Penjabat Kepala Daerah dan Resentralisasi Kekuasaan." Jurnal Konstitusi & Demokrasi, 4(1), 15-28.
Siahaan, Maruarar. (2012). Hukum Acara Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. Jakarta: Sinar Grafika.
Sihombing, Eka N.A. (2019). Hukum Perundang-undangan. Bandung: PT Citra Aditya Bakti.
Sodikin. (2020). Hukum Pemerintahan Daerah: Dinamika Otonomi dan Hubungan Pusat-Daerah. Bandung: Nusa Media.
Soehino. (2010). Ilmu Negara. Yogyakarta: Liberty.
Soekanto, Soerjono, & Mamudji, Sri. (2015). Penelitian Hukum Normatif: Suatu Tinjauan Singkat. Jakarta: Rajawali Pers.
Surbakti, Ramlan. (2014). Memahami Pelanggaran Terstruktur, Sistematis, dan Masif dalam Pemilu. Jakarta: Kemitraan (Partnership for Governance Reform).
Susanti, Bivitri. (2021). "Hukum Tata Negara Darurat dan Penyusutan Ruang Demokrasi Lokal." Jurnal Hukum & Pembaruan Peradilan, 7(1), 45-62.
Syafrudin, Ateng. (2006). Pasang Surut Otonomi Daerah. Bandung: Binacipta.
Thalib, Abdul Haris. (2018). Ketatanegaraan Indonesia: Dimensi Desentralisasi dan Otonomi Daerah. Jakarta: Kencana.
Tjandra, W. Riawan. (2018). Hukum Administrasi Negara. Jakarta: Sinar Grafika.
Tutik, Titik Triwulan. (2010). Konstruksi Hukum Tata Negara Indonesia Pasca Amandemen UUD 1945. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Yani, Ahmad. (2018). Hukum Administrasi Negara dan Peradilan Tata Usaha Negara. Jakarta: Kencana.
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia.
Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 Tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, Dan Walikota Menjadi Undang-Undang.
Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan
Published
2026-10-17
How to Cite
Dewi, A. P., Diani, N. W. S., & Aminullah, A. (2026). Problematika Konstitusional Penunjukan Penjabat (Pj) Kepala Daerah TNI/Polri: Antara Diskresi Eksekutif, Netralitas, dan Asas Demokrasi Lokal. Jurnal Hukum Agama Hindu Widya Kerta, 9(2), 81-99. https://doi.org/https://doi.org/10.53977/wk.v9i2.4397