The Essence of Education and Character Education in the Paradigm of Critical Education Philosophy

  • I Wayan Agus Gunada Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja

Abstrak

Penulisan kajian ini, untuk menjelaskan pendidikan dan pendidikan
karakter, dalam sudut pandang filsafat pendidikan kritis. Pendidikan
adalah proses untuk mencapai suatu kompetensi, dan pendewasaan
diri, serta pendidikan karakter saat ini menjadi penting, dalam
menanggulangi degradasi moral yang terjadi, namun
implementasinya masih perlu untuk dikuatkan, mengingat masih
banyaknya fenomena kenakalan remaja pada anak usia sekolah.
Sehingga kajian dalam paradigma kritis, penting untuk dilakukan
untuk meletakkan kembali posisi pendidikan, dan implementasi
36
pendidikan karakter dalam proses pembelajaran di institusi
pendidikan. Kajian ini menggunakan penelitian kualitatif, dengan
pendekatan studi pustaka, analisis dilakukan menggunakan model
analisis reduksi, penyajian data dan verivikasi. Hasil interpretasi
dapat dijelaskan bahwa kajian filsafat kritis dalam pendidikan,
berupaya untuk mengkritisi esensi pendidikan, serta pendidikan
karakter yang dipahami saat ini. Pendidikan sejatinya, bukan hanya
proses yang berjalan di sekolah saja, namun pendidikan berjalan
dilingkup keluarga, sekolah dan masyarakat. Pendidikan karakter,
adalah proses internalisasi, dan integrasi nilai, agar dapat
mewujudkan peserta didik yang berkarakter, dan menjadi pedoman
sikap dan perilaku, serta kesadaran moral untuk memitigasi
degradasi moral oleh peserta didik, sehingga harus dikuatkan, bukan
hanya pada konteks kebijakan, namun harus dikuatkan dalam
implementasinya. Diharapkan, kajian ini dapat menambah
pengetahuan mengenai filsafat pendidikan kritis, dan bermanfaat
untuk dapat menjadi pustaka rujukan bagi kajian-kajian relevan.

Referensi

Bari, A., & Hidayat, R. (2022). Teori Hirarki Kebutuhan Maslow Terhadap Keputusan
Pembelian Merek Gadget. MOTIVASI : Jurnal Manajemen Dan Bisnis, 7(1), 8–14.
https://doi.org/10.32502/motivasi.v7i1.4303
Donatus, S. K. (2015). Teori Kritis Dan Relevansinya Untuk Pengkajian Terhadap
Realitas Sosial Bangsa Indonesia. Jurnal Ledalero, 14(1), 159–181.
https://doi.org/10.31385/jl.v14i1.11.159-181
Husamah, Restian, A., & Widodo, R. (2015). Pengantar Pendidikan (1st ed.). UMM Press.
Iwan. (2014). Menelaah Teori Kritis Jürgen Habermas. Edueksos : Jurnal Pendidikan Sosial
Dan Ekonomi, 3(2), 145–165. https://doi.org/10.24235/edueksos.v3i2.360
Johnson, R. B., & Christensen, L. (2014). Educational Research: Quantitative, Qualitative, and
Mixed Approaches (Reid Hester (ed.); 5th ed.). SAGE Publication, Inc.
Kadji, Y. (2012). Tentang Teori Motivasi. Jurnal Inovasi, 9(1), 1–15.
https://ejurnal.ung.ac.id/index.php/JIN/article/view/704
Kartono. (2010). Pendidikan Kritis Dan Reformasi Pendidikan Nasional. Khazanah
Pendidikan ; Jurnal Ilmiah Kependidikan, 3(1), 1–15.
https://doi.org/10.30595/jkp.v3i1.641
Karuru, P. (2013). Pentingnya Kajian Pustaka Dalam Penelitian. Jurnal Keguruan Dan
Ilmu Pendidikan, 2(1), 1–9. https://doi.org/10.47178/jkip.v2i1.149
Kurniawati, U. M., & Maemonah. (2021). Analisis Hierarki Kebutuhan Maslow Dalam
Pembelajaran Daring Anak Usia Dasar: Analisis Jurnal Sinta 2 Sampai 6.
AULADUNA: Jurnal Pendidikan Dasar Islam, 8(1), 51–65.
https://doi.org/10.24252/auladuna.v8i1a5.2021
Leavy, P. (2017). Research Design: Quantitative, Qualitative, Mixed Methods, Arts-Based, and
Community-Based Participatory Research Approaches. The Guilford Press.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: a methods
sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
Noor, W. K., & Qomariyah, U. (2019). Hierarki Kebutuhan Sebagai Dasar Refleksi Diri
Tokoh Dalam Novel Pesantren Impian. Jurnal Sastra Indonesia, 8(2), 103–110.
https://doi.org/10.15294/jsi.v8i2.28750
Nugroho, Y. (2020). Tindak Pidana Terhadap Penggunaan Ijazah Palsu. Mimbar
Integritas : Jurnal Pengabdian, 1(2), 168–177.
https://ojs.unars.ac.id/index.php/mimbarintegritas/article/view/2071
Ramadhansyah, M., & Ali, M. (2019). Pendidikan Kritis Dalam Pandangan Mansour
Fakih. Iseedu: Journal of Islamic Educational Thoughts and Practices, 3(May), 150–165.
46
https://doi.org/10.23917/iseedu.v3i1.11577
Ridwan, M., Suhar, A., Ulum, B., & Muhammad, F. (2021). Pentingnya Penerapan
Literature Review pada Penelitian Ilmiah. Jurnal Masohi, 2(1), 42–51.
https://journal.fdi.or.id/index.php/jmas/article/view/427
Sari, D. K. (2015). Analisis Kasus Pemalsuan Ijazah Dan Transkip Nilai Universitas Islam
Indonesia Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem
Pendidikan Nasional (Studi Putusan Nomor 123/PID.B/2014/PN.YYK). Recidive,
4(2), 121–130. https://doi.org/10.20961/recidive.v4i2.40570
Sholahudin, U. (2020). Membedah Teori Kritis Mazhab Frankfurt : Sejarah, Asumsi, Dan
Kontribusinya Terhadap Perkembangan Teori Ilmu Sosial. Jurnal of Urban
Sociology, 3(2), 71–89. https://doi.org/10.30742/jus.v3i2.1246
Sholihah, A. (2021). Teori Kritis Dalam Paradigma Komunikasi Jürgen Habermas.
Manthiq : Jurnal Filsafat Agama Dan Pemikiran Islam, 6(2), 154–174.
https://doi.org/10.29300/mtq.v6i2.6380
Sumarto. (2019). Budaya, Pemahaman dan Penerapannya “Aspek Sistem Religi, Bahasa,
Pengetahuan, Sosial, Keseninan dan Teknologi.” Jurnal Literasiologi, 1(2), 144–159.
https://doi.org/10.47783/literasiologi.v1i2.49
Surahman, E., Satrio, A., & Sofyan, H. (2020). Kajian Teori Dalam Penelitian. JKTP: Jurnal
Kajian Teknologi Pendidikan, 3(1), 49–58.
https://doi.org/10.17977/um038v3i12019p049
Yuristia, A. (2018). Pendidikan Sebagai Transformasi Kebudayaan. Ijtimaiyah : Jurnal
Ilmu Sosial Dan Budaya), 2(1), 1–13.
Zebua, T. G. (2021). Teori Motivasi Abraham H. Maslow Dan Implikasinya Dalam
Kegiatan Belajar Matematika. RANGE: Jurnal Pendidikan Matematika, 3(1), 68–76.
https://doi.org/10.32938/jpm.v3i1.1185
Zubaedi. (2013). Desain Pendidikan Karakter: Konsepsi dan Aplikasinya dalam Lembaga
Pendidikan (1st ed.). Kencana Prenada Media Group
Diterbitkan
2023-05-30
Bagian
Articles